anang nugrahanto site

Home » Islam » Obat Dibalik Racun Lalat

Obat Dibalik Racun Lalat

house-fly-245x300Salah satu bukti dibalik banyaknya bukti fenomenal tentang kebenaran islam di bidang kesehatan terdapat pada hadits yang umum disebut hadits lalat. Dalam sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam ini menerangkan bahwa terdapat obat pada salah satu sayap lalat. Ini mungkin susah untuk dipercaya pada awalnya. Binatang kecil yang biasanya terbang ditempat kotor, menjijikkan dan diidentikkan dengan penyakit kini telah dibuktikan melalui riset beberapa ahli tentang kebenaran bahwa ada obat dibalik racun pada tubuh lalat. 

Landasan Teori dari Dalil Syar’i

Abu Hurairah

Dari Abu Hurairah,Rasulullah bersabda: “Apabila lalat jatuh di bejana salah satu diantara kalian maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat obat penawarnya”.(Bukhari 3320, 5782 ).

Anas bin Malik

Dari Anas bahwasanya Nabi bersabda: “Apabila lalat jatuh pada bejana salah satu diantara kalian, maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat obat”.( sunan ad-Darimi, 2045)

Abu Said Al – Khudri

Dari Abu Said Al-Khudri bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada salah satu diantara dua sayap lalat itu terdapat racun dan sayap lainnya terdapat obat penawarnya. Apabila lalat jatuh di makanan maka celupkanlah karena lalat mengedepankan racun dan mengakhirkan obat penawarnya”.( Musnad Imam Ahmad,3/24, 67 ).

Oleh Al Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah (wafat 751 H) dalam kitabnya Zaadul Ma’ad,

“Ketahuilah bahwa pada lalat terdapat racun (kuman penyakit) yang terletak pada sengatnya yang merupakan senjata bagi dirinya. Jika ia jatuh atau hinggap pada sesuatu, maka yang pertama menyentuh adalah senjata tadi. Oleh sebab itulah Nabi Muhammad memerintahkan agar mencelupkan lalat itu ke dalam makanan atau minuman yang dihinggapinya. Tujuannya agar kuman penyakit itu menjadi tawar (tidak berfungsi lagi) dan hilanglah bahaya yang ditimbulkannya. Teori ini tidak pernah keluar dari para pakar dan pemuka ahli kedokteran, melainkan merupakan percikan kemilauannya cahaya kenabian Muhammad. Dengan demikian, maka seorang dokter/tabib yang arif akan tunduk terhadap sistem kedokteran ini dan akan mengakui bahwa Rasulullah adalah makhluk yang paling sempurna dan dikuatkan oleh wahyu ilahi diluar jangkauan kekuatan manusia”.[Zaadul Ma’ad (4/112-113)].

Terdapat juga perkataan yang bagus pada kitab karya Imam Ibnu Qayyim yang diringkas oleh Syeikh Muhammad At – Tamimi (wafat 1206 H),

“Kaitannya dengan rnasalah kedokteran, menurut Abu Ubaid, membenamkan atau mencelupkan lalat itu dimaksudkan untuk memasukkan penawar ke dalam air atau makanan dan sekaligus untuk mengusir penyakitnya. Lalat mempunyai kekuatan beracun yang ditunjukkan oleh bengkak dan gatal-gatal yang diakibatkannya jika lalat itu hinggap. Hal ini bisa diibaratkan senjata. Jika lalat hinggap pada sesuatu yang membahayakan rnaka dia membentengi diri dengan senjata itu. Lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi ya Sallammemerintahkan untuk melawan racun itu dengan penawar yang telah diciptakan Allah pada satu sayapnya, sehingga lalat itu perlu dibenamkan seluruhnya ke dalam makanan atau air. Materi yang teracuni dilawan dengan materi yang menyembuhkan, hingga bahayanya menjadi hilang. Ini merupakan ilmu kedokteran yang tidak pernah ditunjukkan oleh dokter mana pun. tapi keluar dari Misykat Nubuwwah. Dokter mana pun mengikuti cara ini dan mengakuinya.[Mukhtasar Zaadul Ma’ad]

Pendapat Para Ahli Bidang Kesehatan

Para ahli di bidang kesehatan banyak yang melakukan eksperimen untuk membuktikan bahwa lalat memiliki obat antibiotic pada tubuhnya, selain kandungan racun yang ada pada tubuhnya. Beberapa proses riset dan pendapat para ahli diberbagai negara tersebut adalah sebagai berikut :

Tim Riset dari Australia

Sebuah tim dari Macquarie University Department of Biological Scienses yang dipimpin oleh Dr. Joanne Clarke melakukan penelitian dan membuktikan bahwa lalat memiliki pertahanan antimicroba yang luar biasa. Tim ini berhasil membuktikannya melalui beberapa kali percobaan.  Dr. Clarke ketika mempresentasikan pada pertemuan Australian Society for Microbiological Conference di Melbourne mengatakan, “ Riset yang kami lakukan adalah bagian kecil dari riset global yang berusaha untuk menemukan antibiotic baru, namun kami mencari sesuatu yang hampir belum ada yang melakukannya.”  Dan beliau menambahi, “ Dan kami sekarang mencoba untuk mengidentifikasi secara spesifik komponen antibacterial yang secara kimiawi mensintesis zat-zat dari permukaan sayap lalat.”

Ahli Riset dari Tokyo

Seorang peneliti dari Tokyo University, Dr. Juan Alvarez Bravo, juga memberikan konfirmasi bahwa dalam kedepannya orang akan terkejut melihat lalat yang biasa beterbangan digunakan sebagai antibiotik di rumah sakit. Secara akal memang terlihat aneh menjadikan lalat sebagai obat, namun secara ilmu sains ini memang dapat diterima.

Riset dari USA

Para peneliti lain dari USA mencoba meneliti bagaimana caranya mendapatkan anti-pathogenetik dari lalat. Mereka juga sepakat bahwa menemukan obat pada lalat akan menjadi sesuatu yang rasional dan diterima masyarakat beberapa tahun mendatang. Hasil riset dari Auburn University, mereka menemukan jenis protein pada air liur lalat dengan kemampuan untuk memulihkan luka dan menyembuhkan kulit pecah-pecah. DariStanford university juga menemukan bahwa kandungan dalam tubuh lalat memiliki kemampuan untuk memberikan system kekebalan pada manusia.

Seorang teknisi laboratorium Dr. Abdulhakim al-Qobati mengatakan,

“ini adalah keajaiban dan merupakan bukti keagungan Allah ‘azza wa jalla yang menempatkan penyakit dan menyembuhkannya pula hanya dalam makhluk kecil seperti lalat.ketika lalat terbang dan hinggap pada tempat yang memiliki jutaan bakteri berbahaya, maka dia membutuhkan sesuatu untuk mempertahankan hidupnya, itulah hikmah dibalik Allah menciptakan suplai antibakteria pada tubuh lalat.”

Peneliti dan ilmuwan membuktikan bahwa dalam perut lalat ada beberapa parasit dalam bentuk sel melingkar. Sel-sel ini mengandung enzim tertentu. Dalam waktu singkat, sel-sel menyebar ke permukaan lalat melalui sendi perutnya. Karena tekanan didalam setiap sel, maka sel akan menyemprotkan cairan enzim yang memiliki kemampuan untuk melarutkan semua mikroba berbahaya . Dengan tenggelamnya lalat , tekanan dalam sel terjadi sehingga enzim akan keluar dan membunuh semua bakteri berbahaya yang dibawa oleh lalat dan ini merupakan perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepada umatnya yang disampaikan dalam hadits lalat.

Pembahasan Hasil Riset dari Universitas Qashim, KSA

Sebuah Riset oleh Tim Departemen  Mikrobiologi  Medis,  Fakultas  Sains,  Universitas  Qâshim, KSA yang dipimpin oleh dr. Jamal Hamid, Dr. Shalih Ash Shalih (Da’i masyhur di Eropa) sebagai koordinator dan dilakukan dengan anggota Peneliti adalah sebagai berikut :

1.  Sami Ibrahim At – Taili

2.  Adil Abdurrahman Al-Misnid

3.  Khalid Dza’ar al- Utaibi

Riset yang mereka lakukan adalah menganalisa komponen microbial yang terdapat pada sayap lalat menggunakan 3 spesies lalat yang bebeda, spesies A, B, dan C. Kemudian menggunakan beberapa cawan berisi air steril yang telah dicelupi lalat dan telah dikultivasi (ditumbuhkan)  ke  media  Agar  [ media yang  berasal  dari  musilaginosa  kering  yang  diekstrak  dari  ganggang  merah,  yang  mencair pada suhu 100 degree C dan  memadat pada suhu  40 degree C yang tidak dapat dicerna oleh mikroba, pen.]

Berikut ringkasan eksperimen yang dilakukan tim tersebut :

  • Spesies A

248746_589047694444144_1928998436_n

Cawan 1 : Lalat spesies A diletakkan pada cawan 1 berisi air steril dan lalat dengan menenggelamkan seluruh tubuh lalat. Pada awalnya tumbuh bacteri E. coli pathogen yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, namun semakin lama pertumbuhannya makin terhambat. Setelah diteliti makin lanjut ternyata ditemukan bakteriActinomyces yang  dapat  memproduksi  antibiotik.  Bakteri  actinomyces dapat  menghasilkan antibiotik  yang  dapat  diekstrak,  yaitu  actinomycetin  dan  actinomycin  yang berfungsi melisiskan (memecahkan) bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi.

Cawan 2 : Pada cawan ini diberikan pula air steril yang diletakkan lalat diatas air tanpa menenggelamkan tubuhnya. Diamati bahwa tumbuh bakteri E. Coli yang merupakan bakteri penyebab berbagai penyakit.

  • Spesies B

386730_589050947777152_1470276248_n

Cawan 1 : Perlakuan sama dengan spesies A cawan 1, bahwa lalat dicelupkan seluruh tubuhnya. Dari hasil pengamatan didapatkan bakteru yang sama persis dengan kondisi pada spesies A cawan 1.

Cawan 2 : Pada  cawan 2,lalat diletakkan diatas air tanpa menenggelamkannya. Setelah  diidentifikasi  ternyata  cawan ini ditumbuhi  oleh koloni  bakteri  patogen  tipe  Coynobacterium  dephteroid,  yang  merupakan penyebab  berbagai  macam  penyakit.

  • Spesies C

543433_589052211110359_2048467072_n

Cawan 1 : Perlakuan sama dengan spesies A cawan 1, bahwa lalat dicelupkan seluruh tubuhnya. Dari hasil pengamatan didapatkan bakteri yang sama persis dengan kondisi pada spesies A dan spesies B pada cawan 1.

Cawan 2 : Pada  cawan 2,lalat diletakkan diatas air tanpa menenggelamkannya. Setelah  diidentifikasi  ternyata  cawan ini ditumbuhi  oleh koloni  bakteri  patogen  tipe  Staphylococcus  sp.,  yang  merupakan penyebab  berbagai  macam  penyakit.

Hasil yang sama juga diperoleh untuk spesies lain yang banyak mengandung bakteri pathogen Salmonella  sp.  dan  Proteus  sp.,  yang  terhambat  oleh pertumbuhan Actinomyces.

”Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut.” (HR. Bukhari).

Dirangkum Oleh : Anang Nugrahanto

Daftar Pustaka

(1)   Tim redaksi Majalah Al- Furqon. Majalah Al- Furqon. edisi 2/Th. III. Gresik : Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon Al-Islami.

(2)   Tim Riset Departemen Medical Microbiology. The Hadits On The Fly. KSA : University of Qashim.[download ]

(3)   Ibnu Qayyim. Mukhtashar Zaadul ma’ad [diringkas oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi].cetakan 1-1990/1410. Beirut : Darul Fikr. ( Diterjemahkan oleh Kathur Suhardi, Pustaka Azzam )

(4)   Website : abi ubaidah, abusalma, muslim.or.id, yemenpost


1 Comment

  1. czaroentoro says:

    Reblogged this on Caisar Oentoro and commented:
    Lalat pun bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Recent Articles

%d bloggers like this: